orijinale-icon

PETERNAKAN ORIJINALE

~ Cerita Pembenihan ~

Usaha dengan budi daya ikan lele memiliki prospek cerah dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk mengkonsumsi makanan bergizi tinggi dengan berbagai variasi olahan ikan lele. Masyarakat mulai mengetahui bahwa ikan lele yang ada di pasaran banyak juga yang baik proses pembesarannya, diberikan pakan ternak yang berkualitas, sehingga tidak ragu-ragu lagi untuk mengkonsumsi. Ikan lele adalah jenis ikan air tawar yang tidak terlalu sulit dalam memelihara karena tahan banting dan juga lebih cepat proses pembesarannya dibandingkan dengan jenis ikan air tawar lainnya. Walaupun sudah banyak pelaku usaha untuk budi daya lele ini, tetapi masih belum mencukupi dalam memenuhi daya beli masyarakat yang cukup tinggi sehingga pasar penjualannya masih tergolong bagus.
Banyak jenis dari ikan lele yang bisa dikembangbiakan dan dibesarkan, salah satunya adalah lele Sangkuriang dimana memiliki kelebihan yaitu lebih tahan terhadap penyakit dan proses pembesarannya relatif lebih cepat dibanding dengan jenis lele lainnya. Benih lele Sangkuriang juga sudah banyak dijual dipasaran dengan ukuran dan harga yang bervariasi. Tapi pada umumnya untuk pembesaran biasanya memilih benih dari ukuran 7 sampai 11 cm karena sudah lebih kuat dan bisa diberikan pakan pelet. Para petani lele kebanyakan hanya fokus kepada salah satu budi daya saja, hanya mengembangbiakan pembenihan saja atau hanya pembesaran saja. Untuk budi daya benih lele sebenarnya tidak terlalu sulit selama fokus untuk belajar, rajin membaca artikel, menonton video yang ada di youtube. Semua bisa dipelajari, dipahami, dan dilakukan selama fokus dan serius dalam menjalankannya. Pembenihan merupakan hal yang sangat penting, karena kualitas benih sangat menentukan keberhasilan dalam pembesaran lele.
benih-lele
bibit-lele
Peternakan Orijinale mempelajari proses pembenihan lele agar bisa memahami prosesnya dan menerapkannya pada peternakan. Pada awal pemijahan masih mengalami kegagalan karena beberapa faktor seperti sirkulasi air tidak sesuai, indukan tidak dipisahkan ke kolam lain, dan faktor-faktor lainnya. Tetapi dari kegagalan tersebut banyak mendapatkan pelajaran dan pemahaman penting tentang bagaimana pemijahan yang lebih baik untuk mendapatkan bibit yang sehat dan lincah. Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian sebelum melakukan pembenihan, seperti:

- Indukan harus yang berkualitas baik, sehat, dan tidak cacat.
- Induk betina sebaiknya sudah berumur lebih dari 1 tahun dengan berat antara 800 – 1000 gram.
- Alat kelamin induk betina tampak membesar dan berwarna kemerahan.
- Bentuk perut membesar dan lembek, jika perut diurut perlahan-lahan ke arah anus maka akan keluar telur berwarna kuning kehijauan.
- Sedangkan untuk induk jantan lebih baik yang sudah berumur lebih dari 9 bulan dengan berat sekitar 800 – 1000 gram.
- Alat kelamin memanjang dan ujungnya melebihi pangkal sirip dubur dengan warna kemerah-merahan.
- Tubuh induk jantan lebih ramping dari betina sehingga gerakannya lebih lincah.
Sebelum pemijahan, indukan dipuasakan terlebih dahulu selama 24 jam, lalu dilakukan seleksi induk yang sudah matang dengan perbandingan 1 : 1 atau 1 jantan dengan 2 betina. Dasar kolam tempat pemijahan diberi ijuk atau waring untuk penampungan dan melekatnya telur. Sebaiknya kolam ditutup untuk menghindari terjadinya induk melompat keluar. Biasanya proses pemijahan terjadi pada malam hari, pengecekan bisa dilakukan pada pagi hari dan bila sudah terlihat banyak telur di kolam, segera pindahkan induk ke kolam lain. Tunggu beberapa hari, biasanya jika telur banyak yang tidak menetas menyebabkan air jadi bau, lakukan penggantian air sampai jernih. Akan lebih baik jika ada sirkulasi air kolam, sehingga kualitas air kolam akan baik dan benih ikan bisa tumbuh sehat. Kolam harus dibersihkan setelah benih ikan berumur sekitar 9 hari dan dilanjutkan setiap 4-6 hari sekali yang disesuaikan dengan kondisi air kolam apalagi jika sudah keruh, agak kental, dan bau. Tinggi air kolam tidak lebih dari 20 - 30 cm.
Benih lele sudah bisa diberikan pakan setelah berumur 2 hari dengan tubifex SP (cacing sutra), artemia, dapnia, jentik nyamuk, dan lain-lain. Cacing sutra lebih baik karena selain harganya murah, mudah didapat dan bisa bertahan selama 2 hari dikolam. Pemberian pakan dilakukan sebanyak 3 sampai 4 kali sehari. Setelah benih berumur sekitar 8 hari, pemberian pakan bisa diselingi dengan konsentrat PS-P, 581/DO atau dengan F 999 yang dilunakkan dengan air kemudian dibuat gumpalan-gumpalan padat. Untuk mengganti pakan sebaiknya dilakukan secara bertahap agar benih bisa menyesuaikan dengan pakan yang baru. Jangan lupa untuk rajin melakukan sortir ukuran ikan, untuk sortir benih pertama sebaiknya dilakukan pada umur 14-16 hari, setelah itu dilakukan dengan selang waktu 10 hari. Sortir berguna untuk mengurangi kematian karena kanibal dan memberi kesempatan ikan yang kalah dalam berebut mencari pakan. Juga melihat kondisi tubuh ikan jika ada yang terserang penyakit biasanya terlihat pada kulitnya.

Artikel Terkait: